Kepala BNPT Ingatkan Penyalahgunaan Internet

man-headphones
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Suhardi Alius. (Ist/bnpt.go.id)

zonalima.com - KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Suhardi Alius mengajak delegasi-delegasi peserta pertemuan ke-27 Komisi Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana PBB atau Commission on Crime Prevention and Criminal Justice (CCPCJ) yang diselenggarakan di Wina, Austria, pada Senin (14/5/2018) untuk mencegah dan memerangi terorisme melalui pencegahan penyalahgunaan internet oleh teroris.

“Salah satu manifestasi dari kejahatan siber adalah penyalahgunaan internet, termasuk media sosial, oleh teroris. Mereka memanfaatkan internet untuk melakukan propaganda, rekrutmen, perencanaan, pendanaaan, dan pelaksanaan aksi-aksi terorisme,” kata Suhardi.

Mantan Kabareskrim Mabes Polri itu melanjutkan, upaya tersebut bisa dilakukan dengan tiga hal yakni, melindungi kelompok masyarakat yang rentan, terutama perempuan dan pemuda, dari ideologi radikal yang disebarkan melalui internet. Langkah tersebut dimaksudkan agar negara CCPCJ memberdayakan kelompok masyarakat rentan dalam rangka memerangi terorisme. Kedua, negara-negara harus mempromosikan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan budaya damai sebagai narasi tandingan atas ideologi radikal yang menyuburkan ekstremisme kekerasan. Ketiga, negara-negara harus terus berkolaborasi dan menguatkan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan penyedia internet. Hal ini penting untuk menanamkan rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga ruang siber dari bahaya penyalahgunaan internet oleh teroris. CCPCJ dibentuk pada tahun 1992 oleh the Economic and Social Council (ECOSOC) melalui  Resolusi 1992/1 dan berfungsi sebagai badan pembuat kebijakan di bawah PBB dalam bidang pencegahan kejahatan dan peradilan pidana. CCPCJ memiliki mandat memperkuat langkah-langkah internasional dalam memerangi kejahatan nasional dan transnasional serta meningkatkan sistem administrasi peradilan pidana yang efektif dan berkeadilan.

Sidang CCPCJ dilaksanakan satu tahun sekali sejak 1992. Sejak saat itu, CCPCJ sudah berkonstribusi dalam memperkuat kebijakan nasional dan internasional dalam bidang pencegahan kejahatan dan peradilan pidana. CCPCJ beranggotakan 40 negara yang terpilih untuk melaksanakan mandat CCPCJ selama 3 tahun.

Dalam acara tersebut, delegasi Indonesia dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Suhardi Alius perwakilan dari BNPT, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Luar Negeri, dan KBRI/PTRI Wina. (*)

Terpopuler

To Top