KPK Terus Dalami Penyidikan Kasus Pembangunan IPDN

man-headphones
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto. Ist/kpk.go.id)

zonalima.com - KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penyidikan kasus korupsi pembangunan kampus gedung Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Provinsi Sumbar di Kabupaten Agam.

"Penyidik dijadwalkan memeriksa empat saksi untuk tersangka Dudy Jocom terkait kasus pembangunan gedung IPDN di Sumbar," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati dalam pesan singkatnya pada wartawan di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Empat saksi itu yakni Kepala Proyek PT Hutama Karya Raden Pedi Lestario, dua staf PT Hutama Karya Jusuf Sitorus dan Kurniati Evilia, serta pensiunan PT Hutama Karya Zaim Susilo.

Penyidik komisi anti rasuah hingga kini masih mendalami pengetahuan para saksi menyangkut proses pengadaan proyek pembangunan IPDN di Sumbar. Saat kasus itu berlangsung, Dudy menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen di Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri 2011.

KPK menahan Dudy pada 22 Februari kemarin bersamaan dengan penetapan sebagai tersangka Budi Rachmat Kurniawan pada 2 Maret 2016.

Budi Rachmat Kurniawan saat itu menjabat sebagai General Manager Divisi Gedung PT Hutama Karya (Persero).

Penyidik menjerat keduanya dengan dugaan perbuatan melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain sehingga negara mengalami kerugian Rp34 miliar dari total nilai proyek Rp125 miliar. (*)

Terpopuler

To Top