Mengacu Bom Surabaya, Bawaslu Susun IKP

man-headphones
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan dan anggota Bawaslu M Afifuddin (kanan). (Foto. Ist/bawaslu.go.id)

zonalima.com - BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) sedang menyusun Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada dan Pemilu mengacu peristiwa pemboman tiga gereja di Surabaya.

“Dari kejadian ini menjadi catatan bagi Bawaslu. (Peristiwa bom Surabaya) merupakan beberapa hal yang menjadi atensi dalam menyusun IKP 2019,” ujar Ketua Bawaslu Abhan di Gedung Bawaslu, Minggu (13/5/2017).

Untuk diketahui, Bawaslu sedang menyusun IKP Pileg dan Pilpres 2019. Indeks tersebut akan disampaikan kepada para pemangku kepentingan untuk melakukan tindakan antisipasi demi mencegah kerawanan terjadi. Dalam proses penyusunan itu, saat ini, Bawaslu sedang melakukan evaluasi terhadap IKP Pilkada 2018.

Menyangkut peristiwa bom Surabaya, Anggota Bawaslu M Afifuddin mengatatakan, Jawa Timur dan Surabaya tak terkategori kawasan dengan kerawanan keamanan tinggi. Pernyataan itu terdapat dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2018.

Meski begitu, kondisi tersebut menjadi peringatan dini terkait pemetaan penjagaan keamanan harus dikawasan yang selama ini dianggap rawan saja. Peringatan tersebut berlaku untuk seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan pemilu.

Afif melanjutkan, Bawaslu akan meningkatkan konsentrasi dan upaya bersama dengan menggandeng Polri untuk mengamankan Pilkada dan Pemilu.

“(Peristiwa bom teror di Surabaya) memang terjadi di luar penyelenggaraan Pilkada dan Pemilu. Tetapi beriringan dengan masa kampanye Pilkada, peristiwa ini bisa terkait. Untuk itu, Bawaslu konsentrasi untuk berkolaborasi dengan jajaran keamanan terkait pengamanan ini (Pilkada dan Pemilu),” kata dia.

Menurut Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu tersebut, lembaga pengawas pemilu itu mengecam dan melawan tindakan teror yang merenggut 17 korban meninggal. Pemboman tersebut memicu rasa ketakutan dan rasa tak aman pada masyarakat.

“Bukan hanya bagi korban (pengeboman), namun juga pada seluruh masyarakat, dan dalam hal ini (pemilu) bagi masyarakat pemilih,” kata dia. (*)

Terpopuler

To Top