Ramadhan Waktu Tepat Perangi Hoax, Radikalisme, dan Terorisme

man-headphones
Mantan Wakil Kepala BIN KH Asad Said Ali. (Foto: Ist/youtube)

zonalima.com – MANTAN Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) KH Asad Said Ali menilai bulan Ramadhan menjadi waktu yang tepat bagi  seluruh masyarakat Indonesia untuk bertabayyun (cek dan ricek) dalam memerangi berita bohong (hoax), ujaran kebencian, serta penyebaran radikalisme dan terorisme. Dengan segala kemuliaannya, di bulan Ramadhan ini orang akan berpikir lebih jernih, sabar, dan bisa menahan diri dalam menyikapi dinamika yang terjadi.

“Kita selalu menyambut datangnya bulan suci Ramadan setahun sekali dengan Marhaban yang Ramadan. Bulan dimana kita diwajibkan bisa menahan diri dari segala macam yang membatalkan puasa, utamanya bicara ngelantur, hoax, dan menjelekkan orang. Dan satu lagi, Menahan diri untuk melakukan tindakan terorisme yang mengatasnamakan agama,” kata Kiai Asad di Jakarta, Rabu (16/5/2018), melalui siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diterima zonalima.com.

Kiai Asad menyarankan selama bulan Ramadhan, para da’i bisa memberikan ceramah tentang bahaya radikalisme dan terorisme yang dilakukan orang-orang fasik (jahat). Apalagi, mereka melakukan aksi teror biadab yang menelan korban jiwa manusia serta materi yang sangat luar biasa.

Selain itu, masyarakat juga harus terus diberikan pemahaman tentang budaya cek dan ricek. “Tidak boleh menelan informasi apa adanya. Harus dikonfirmasi dan dipikir apakah sisinya sesuai dengan ajaran agama atau sebaliknya ingin menghancurkan agama,” kata Kiai Asad.

Intinya, jelasnya, masyarakat harus pintar memilih dan memilah berita. Pasalnya, kelompok radikal sering menggunakan media, apakah media konvensional maupun media sosial untuk menyebarkan hoax yang bertujuan untuk mengadu domba sehingga terjadi keributan dan keresahan dalam masyarakat.

Sehubungan dengan teror bom di Surabaya, mantan Wakil Ketua Umum PBNU ini menilai, apa yang terjadi Kota Pahlawan dan sekitarnya menjelang bulan Ramadhan ini, sengaja dilakukan oleh kelompok radikal untuk mengganggu kedamaian dan kekhusyukan umat muslim menyambut datangnya bulan suci. Karena itu, ia mengajak seluruh umat Islam di Indonesia harus kembali pada pokoh permasalahan bagaimana melaksanakan syariat Islam sesuai aturan agar bisa berpuasa dengan khusyuk.

“Teror kemarin itu bukanlah termasuk ajaran Islam. Saya berani mengatakan mereka yang melakukan teror itu kalau di zaman Rasulullah dan zaman sahabat sudah terjadi dan disebutnya sebagai kelompok khawarij, kelompok yang keluar dari Islam,” ujar Kiai Asad. (*)

Terpopuler

To Top