Kemenag-Kemendagri Resmikan Sinergi Pemanfaatan NIK

man-headphones
PKS pemanfaatan NIK Kemenag dan Kemendagri. (Foto. Ist/kemenag.go.id)

zonalima.com - UNTUK mengoptimalkan pelayanan jamaah haji dan umrah, Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan sinergi dalam pemanfaatan NIK (Nomor Induk Kependudukan), Data Kependudukan, dan KTP Elektronik dalam Pelayanan Jamaah Haji dan Umrah.

Kerjasama tersebut diwujudkan dalam Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri yang diwakili Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan David Yama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali. “Penandatanganan PKS ini menjadi babak baru terintegrasinya sistem kita dengan Dukcapil sehingga pelayanan, pembinaan, dan pengawasan jemaah haji dan umrah ke depan diharapkan menjadi lebih lebih maksimal dan optimal,” terang Nizar Ali di Jakarta, Rabu (30/5/2018). Sinergitas lintas kementerian dan lembaga negara, menurut Nizar, dimaksudkan untuk membenahi penyelenggaraan haji dan umrah. Selain dengan Ditjen Dukcapil, sinergi juga akan dijalin dengan Imigrasi, Dubes Saudi, serta maskapai penerbangan.

“Sinergi lintas kementerian penting agar penyelenggaraan haji dan umrah berjalan baik sesuai koridor serta tidak melanggar norma, baik regulasi maupun bisnis syariah,” kata dia.

Di tempat yang sama, David Yama menyatakan sinergi tersebut segera ditindaklanjuti dengan memasukkan data haji dan umrah yang dimasukkan ke dalam data record pada big data (data ware house) yang dikembangkan Kementerian Dalam Negeri. Selain itu, Kemenag juga akan dapat mengakses data NIK jemaah haji dan umrah, baik melalui web service maupun alat baca elektronik.

“Koneksi pemanfaatan data untuk layanan haji dan umrah sudah progress. Setelah penandatanganan MoU dan juknis ini, mulai besok sudah bisa diakses,” kata David Yama. Ditambahkan Yama, saat ini sudah ada 976 kementerian dan lembaga yang telah menjalin PKS dengan Kementerian Dalam Negeri dalam pemanfaatan data kependudukan, termasuk Kemenag. Dari jumlah itu, ada 37 MoU yang sudah ditandatangani dan 268 sinergi yang sistemnya sudah terkoneksi host to host melalui jaringan internet.

Ke depan, David Yama meminta jemaah haji dan umrah yang diketahui belum melakukan rekam KTP elektronik, agar melakuka perekaman terlebih dahulu, baik sidik jari maupun retina mata. Pun demikian untuk para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Kemenag memiliki ottitas untuk meminta penyelenggara (KBIH) memiliki card reader untuk pengecekan NIK. “Card Reader sifatnya offline sehingga bisa diakses di mana saja, bahkan hingga ke pelosok negeri,” ujarnya.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim menjelaskan bahwa sinergi ini dilatarbelakangi kesadaran Kementerian Agama tidak bisa bekerja sendiri dalam pembenahan penyelenggaraan haji dan umrah. Karenanya, Kemenag menjalin sinergi lintas kementerian dan lembaga negara.

Sinergi ini penting, khususnya dalam konteks penyelenggaraan umrah, seiring terus meningkatnya minat masyarakat beribadah umrah karena antrian haji yang sangat panjang. Sejalan dengan itu, ada pergeseran karakter jemaah umrah. Kalau sebelumnya didominasi warga kota,  kini tidak sedikit masyarakat yang tinggal di pedesaan juga beribadah umrah. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang usianya sudah sepuh dan baru pertama kali bepergian keluar negeri.

Pada sisi lain, lanjut Arfi, bisnis umrah terus berkembang. Karenanya, sebagai regulator, Kemenag terus berupaya melakukan penertiban PPIU. Selain pembinaan dan pengawasan, sanksi akan diberikan secara tegas.

Menurutnya, PKS ini bertujuan mengefektifkan fungsi dan peran para pihak dalam sinkronisasi dan validasi data dalam penyelenggaraan haji dan umrah melalui pemanfatan NIK, data kependudukan dan KTP elektronik.

“PKS jadi mailstone dalam penataan dan pembenahan terutama dari sisi pengawasan dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mepermudah pengawasan,” kata dia. (*)

Terpopuler

To Top