Perlu Dibentuk Badan Nasional Tata Kelola Usaha Ekonomi Rakyat

man-headphones
Prof. Edi Swasono. (Foto: Istimewa)

zonalima.com – MENGHADAPI perkembangan dan persaingan ekonomi dewasa ini, perlu dibentuk Badan Nasional Tata Kelola Usaha Ekonomi Rakyat Milenial (BNTU – ERaNial). Upaya ini sebagai solusi strategis peningkatan ekonomi usaha kerakyatan.

Pakar ekonomi koperasi Indonesia, Prof. Edi Swasono mendukung gagasan pembentukan Badan Nasional Tata Kelola Usaha Ekonomi Rakyat Milenial tersebut. Pernyataan Sri disampaikan di sela-sela seminar yang diselenggarakan Forum UMKM Digital Kreatif Indonesia (FUDIKI) di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

“Saya sangat mendukung mission sacre Forum UKM Digital Kreatifi Indonesia (FUDiKI) yang menegaskan tentang peran strategis suatu badan nasional tata kelola usaha ekonomi Indonesia,” kata Sri.

FUDiKI, kata Sri, harus segera menginisiasi ‘Gerakan Nasional’ cinta produk dalam negeri.

“Cintailah produk-produk dalam negeri, produk ekonomi rakyat,” tuturnya.

Dalam makalahnya berjudul ‘Gerakan Nasional: Nasionalisme Ekonomi dan Ekonomi Rakyat’, Sri mengkhwatirkan adanya penurunan kebanggaan nasional terhadap produk hasil anak negeri. Berkurangnya kecintaaan terhadap produk anak negeri ini memang tidak bisa dilepaskan dari  dampak globalisasi dan modernisasi yang masuk ke Indonesia.

“Daulat pasar dibiarkan begitu berkuasa hingga menggusur daulat rakyat,” kata Sri.

Sri menambahkan, pemerintah tidak boleh abai mengembangkan ekonomi rakyat. Dia mengajukan tiga prinsip tata kelola triple-co, yaitu co-ownership,  co-determination, dan co-responsibility, di mana rakyat ikut dalam percaturan ekonomi nasional, mempertegas ‘kebersamaan nasional’ yang sekaligus meredam kapitalisme.

Seminar yang digelar FUDiKI sendiri dipandu oleh Prof. Dr. Yudhi Haryono, P.H.D dan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Prof. Dr. Ahmad Erani, M. Sc., Ph.D, Drs. Mohammad Feriadi, M.BA, dan Aries Mufti, serta keynote speaker Ir. Tjahjo Ruruh Djatmiko, M.M., M.B.A. (*)

Terpopuler

To Top