Mendagri Berharap Spirit Idul Fitri Warnai Pilkada Serentak 2018

man-headphones
Mendagri Tjahjo Kumolo. (Ist/Puspen Kemendagri)

zonalima.com – PEMUNGUTAN suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2018 rencananya akan digelar serentak di 171 daerah pada 27 Juni 2018 mendatang. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berharap, spirit Idul Fitri yang akan dirayakan umat muslim pada Jumat (15/6/2018) besok turut mewarnai dinamika Pilkada serentak nantinya.

Spirit Idul Fitri bertumpu pada silaturahmi. Tjahjo pun ingin Pilkada serentak mendatang turut menghadirkan suasana silaturahmi yang kental.  

Saat ini, kata Tjahjo, merupakan momentum yang tepat untuk membumikan spirit Idul Fitri dalam pesta demokrasi. Ini saatnya membangun kesadaran untuk menjaga harmoni dan persaudaraan.  Ini waktunya  merekatkan silaturahim dan kedamaian di tengah masyarakat. Walau ada perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi politik seperti Pilkada, tapi rasa kekeluargaan, kekerabatan, persatuan dan  kesatuan sebagai warga bangsa harus tetap terawat dan terjaga. Itu pula yang bisa dicatat dari spirit dalam Idul Fitri.

“Berbeda pilihan bukan berarti lalu persaudaraan menjadi terputus. Keberlangsungan hidup.masyarakat dan negara harus  kita jaga bersama,” kata Tjahjo melalui siaran pers yang disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dr. Bahtiar, M.Si  di Jakarta, Kamis (16/6/2018).

Terkait pelaksanaan pemungutan suara Pilkada serentak pada 27 Juni mendatang, Tjahjo pun mengeluarkan beberapa imbauan. Pertama, pada saat hari pemungutan suara tanggal 27 Juni 2018, masyarakat agar hadir datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).  Seluruh pemilih harus datang menunaikan hak pilihnya dengan suka ria. Pesta demokrasi harus menghadirkan kegembiraan, bukan ketakutan. Pilih dengan hati nurani, siapa pemimpin yang amanah.

“Datanglah dengan suka ria. Silahkan memilih kepala daerah setempat yang akan menjadi pemimpin daerah 5 tahun ke depan yang bisa menggerakkan pembangunan, pelayanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan rasa aman, tertib dan damai,” kata Tjahjo.

Kedua, Tjahjo meminta masyarakat, pasangan calon, tim sukses, aparatur dan Penyelenggara Pemilu dalam hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta tokoh masyarakat memanfaatkan lebaran Idul Fitri sebagai momentum menurunkan tensi suhu politik lokal. Spirit silaturahmi Idul Fitri harus menjadi perekat persatuan. Sekaligus, ini saatnya untuk meneguhkan sikap saling menghargai perbedaan. Berbeda tapi tetap satu saudara, satu daerah, satu bangsa.

“Saya percaya Penyelenggara Pemilu, baik KPU dan Bawaslu serta aparat TNI, Polri, aparat pemerintah daerah akan bekerja profesional. Saya juga yakin  tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh perempuan, pers dan tokoh agama serta lembaga-lembaga keagamana akan bersatu padu memelihara iklim Pilkada Serentak 2018 yang kondusif, tertib, lancar, aman dan damai," tutur Tjahjo.

Terakhir, Tjahjo mengimbau semua pihak untuk berkomitmen menghadirkan kesejukan dalam berkompetisi. Kontestasi Pilkada harus berjalan dengan elegan menjadi pesta demokrasi yang  beretika dan bermartabat.

“Dan  menjauhkan diri dari perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan ajaran agama,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top