Musim Kemarau, Kekeringan Landa Gunungkidul

man-headphones
BPBD Kabupaten Gunungkidul mulai mendistribusikan air bersih untuk warga. (Foto: Ist/BNPB)

zonalima.com – MUSIM kemarau mulai memasuki periode awal. Beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng), dan DI Yogyakarta (DIY) mulai dilanda kekeringan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat di wilayah DIY kekeringan terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Akibatnya, masyarakat mulai kekurangan air bersih.

“Masyarakat kekurangan air bersih sehingga mengharapkam bantuan dari droping air bersih,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (25/6/2018) malam.

Sutopo mengatakan, ada beberapa kecamatan di Gunungkidul yang mulai dilanda kekeringan. Diantaranya, Kecamatan Girisubo, Ngelipar, Paliyam, Panggang, Purwosari, Rongkop, Tanjungsari, Tepus, Ngawen, Ponjong, dan Kecamatan Gedangsari. Jumlah warga terdampak kekeringan sebanyak 31.607 KK atau 96.423 jiwa.      

“Diperkirakan kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah terkait penyediaan air bersih,” kata Sutopo.

Guna mengatasi masalah kekeringan tersebut, jelas Sutopo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mulai mendistribusikan air bersih dengan target 3.360 tangki air bersih. Distribusi perharinya 24 tangki air bersih dan 6 unit armada mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter lengkap dengan disel pompa air, pipa dan selang.    

“Pendistribusian air bersih sudah dimulai tanggal 4 juni sampai sekarang,” ujar Sutopo. (*)

Terpopuler

To Top