Hingga 2019, Pemerintah Targetkan Bangun 65 Bendungan

man-headphones
Presiden Jokowi saat meninjau progres konstruksi Bendungan Paselloreng di Desa Arajang Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulsel, Selasa (3/7/2018). (Foto: Ist/pu.go.id)

zonalima.com – PEMERINTAH melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan luasan irigasi yang mendapatkan suplai air bersumber dari bendungan. Pada periode 2015-2019 Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 65 bendungan yang terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya meninjau progres konstruksi Bendungan Paselloreng di Desa Arajang Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (3/7/2018), mengatakan sebanyak 8 bendungan yang mulai dikerjakan 3-4 tahun lalu akan selesai tahun 2018. Delapan bendungan tersebut yakni Bendungan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur (NTT), Bendungan Tanju, Mila di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bendungan Gondang dan Logung di Jawa Tengah (Jateng), Bendungan Sei Gong di Batam, Bendungan Sindang Heula di Banten, dan Bendungan Kuningan di Jawa Barat (Jabar).

Untuk Bendungan Paselloreng saat ini progres konstruksinya sudah 73,3 persen dan ditargetkan selesai akhir Februari 2019.

“Bendungan Paselloreng mampu menampung 138 juta meter kubik untuk mengairi 7 ribu hektare sawah. Bendungan yang kita bangun untuk menyiapkan air irigasi pertanian menuju swasembada pangan,” kata Jokowi yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi.

Kapasitas tampung Bendungan Paselloreng 10 kali lebih besar dibandingkan Bendungan Raknamo yang diresmikan Jokowi awal 2018 lalu sebesar 13,5 juta meter kubik dan lima kali lebih besar dari Bendungan Kuningan yang berkapasitas 25 juta meter kubik.

Bendungan multifungsi ini juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk 4 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 305 lt/detik, konservasi sumber daya air, pengendalian banjir Sungai Gilireng (1002 m3/detik), perikanan air tawar, pengembangan pariwisata, dan potensi listrik 0,8 MW.

Konstruksi bendungan telah dimulai Juni 2015 dan ditargetkan selesai lebih cepat 4 bulan dari jadwal kontrak yakni Juli 2019 menjadi selesai akhir Februari 2019. Untuk pengadaan lahan, dari luas yang dibutuhkan 1.849,88 hektare, sudah dibebaskan 681,98 hektare (36,87 persen) sisanya dalam proses penyelesaian pembayaran bertahap untuk area genangan.

Di Sulsel, selain Bendungan Paselloreng juga tengah diselesaikan pembangunan dua bendungan, yakni Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa dan Pamukkulu di Kabupaten Takalar yang akan menambah tampungan air total sebesar 256 juta meter kubik.

Terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, mendukung penuh Provinsi Sulsel sebagai lumbung pangan nasional.

“Di Sulsel, masih terdapat hamparan lahan persawahan di atas 3.000 hektare yang sudah sulit ditemui di daerah lain. Produktivitasnya kita tingkatkan dengan ketersediaan air yang berkelanjutan dari bendungan,” ujar Basuki. (*/pu.go.id)

Terpopuler

To Top