Kemenperin Nyatakan Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi

man-headphones
Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto. (Foto: Ist/kemenperin.go.id)

zonalima.com - KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) menyatakan bahwa susu kental manis merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena sudah sesuai standar dan mendapatkan izin edar. Produk susu kental manis masih diperlukan sebagai tambahan atau pelengkap untuk berbagai sajian kuliner, seperti pada kopi, teh tarik, atau martabak manis.

Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, susu kental manis merupakan salah satu anasir dari berbagai macam produk turunan susu. Standar susu kental manis diatur melalui Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan yang disusun berdasarkan standar internasional, yakni Codex Alimentarius.

“Apabila produk susu kental manis tidak memenuhi deskripsi sesuai standar tersebut maka izin edar susu kental manis tidak akan dikeluarkan oleh BPOM,” kata Panggah di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Mempertimbangkan keterkaitan erat antara keberlanjutan produksi susu kental manis dengan kegiatan ekonomi masyarakat, investasi perusahaan, tenaga kerja di pabrik, dan penyerapan bahan baku susu segar dari peternak lokal, Panggah berharap, pengaturan produk susu kental manis ke depannya dapat dilakukan secara lebih bijak.

“Hal ini dimaksudkan untuk menghindari dampak negatif terhadap iklim usaha di sektor industri penghasil susu kental manis yang selama ini telah memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Selain itu, apabila industri ini mengalami penurunan maka akan berdampak kepada puluhan ribu peternak sapi perah,” tutu Panggah.

Kemenperin mencatat, seiring dengan konsumsi produk susu kental manis yang terus naik, industrinya juga terus tumbuh berkembang. Saat ini, kapasitas produksi pabrik susu kental manis di dalam negeri mencapai 812 ribu ton per tahun. Sementara nilai investasi di sektor usaha ini telah tembus di angka Rp5,4 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.652 orang. (*/kemenperin.go.id)

Terpopuler

To Top