DPR Cek Tenaga Kerja Asing di Morowali

man-headphones
Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi. (Foto: Ist/dpr.go.id)

zonalima.com - TIM Komisi IX DPR RI dan Satgas Pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA) mengecek kebenaran informasi soal serbuan TKA yang terjadi di PT. Indonesia Morowali Industrial Park (PT. IMIP). Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi terjun langsung ke lapangan bersama Tim Kunjungan Kerja guna mengungkap kebenaran informasi tersebut.

Hasilnya, tidak sampai 10 persen TKA yang bekerja di PT. IMIP. Bahkan, para pekerja TKA tersebut punya izin yang sah.

“Kami datangi semua, mulai dari kantin pekerja, mess pekerja China, pabrik, bahkan ruang operator. Jumlah karyawan asing ada 2500 orang. Sementara pekerja lokal nya mencapai 28.000 orang. Artinya TKA tidak sampai 10 persen dan memiliki izin kerja yang sah. Ini dibuktikan oleh laporan pejabat Imigrasi Kemenkumham di sana,” kata Dede dalam laporan hasil kunkernya ke Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (07/7/2018).

  1. IMIP di Morowali merupakan kompleks industri smelter nickel dan besi terbesar di Indonesia. Untuk membuktikan apakah benar TKA dari China menyerbu atau menguasai pabrik, Komisi IX DPR dan Satgas Pengawasan TKA melakukan peninjauan guna mendapat data yang sejelas-jelasnya.

Dede mengatakan, mungkin dulu pada saat pembangunan smelter di awal 2014 sampai dengan 2016 banyak TKA yang keluar masuk dengan kontrak per dua sampai tiga bulan. Ini terjadi karena memang pada saat itu SDM lokal belum berpengalaman membangun smelter. Setelah smelter berdiri, hanya 10 persen TKA yang tinggal untuk meneruskan transfer teknologi kepada pekerja lokal.

“Kami tidak menemukan serbuan TKA. Yang ada justru puluhan ribu pekerja kita yang berasal dari sekitar Sulawesi. Bahkan kami juga sudah minta agar Satgas Pengawasan TKA membuka posko di sana, agar pengawasan terpantau,” tutur Dede seperti dilansir dpr.go.id.

Dede pun menginformasikan, bahwa saat ini masih dibutuhkan 10.000 tambahan karyawan lagi, semuanya tenaga lokal dan lowongan terbuka bagi umum.

“Mau tahu berapa gaji pekerja lokal kita disana? Lulusan SMA yang baru masuk enam bulan rata-rata mendapat sekitar Rp4 juta. Yang sudah dua tahun mencapai Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan,” ujar Dede. (*)

Terpopuler

To Top