Sumba Timur Bertekad Realokasi Dana Pendidikan untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran

man-headphones
Sekretaris Dinas Pendidikan Sumba Timur Ruben Nggulindima (ujung kanan) menghadiri Konsultasi Publik Hasil Analisis APBD Fungsi Pendidikan Sumba Timur di Waingapu, Rabu (18/7/2018). (Foto: Ist/INOVASI)

zonalima.com - KABUPATEN Sumba Timur bertekad memprioritaskan alokasi dana pendidikan untuk peningkatan mutu pendidikan lewat perbaikan kualitas pembelajaran dan pendukungnya pada APBD Tahun 2019.  Tekad itu dicapai dalam Pertemuan Konsultasi Publik Hasil Analisis APBD Fungsi Pendidikan  Sumba Timur yang dilaksanakan di Waingapu, Sumba Timur, Rabu (18/7/2018).

“Peningkatan kualitas pembelajaran kita harapkan mendapat porsi lebih besar dalam APBD untuk pendidikan ke depan,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Sumba Timur Ruben Nggulindima.

Realokasi dana pendidikan itu dicapai setelah dilakukan analisis penggunaan dana fungsi pendidikan menurut fokus kegiatan dan jenjang pendidikan yang diprakarsai oleh INOVASI dan dikerjakan bersama-sama dengan Tim Bappeda Bagian Keuangan dan Dinas Pendidikan.

“Temuan hasil analisis ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah memberikan alokasi APBD dengan porsi lebih banyak untuk peningkatan mutu  pendidikan, terutama yang mendukung di bidang literasi dan numerasi di tingkat dasar,” kata Ruben.

Walaupun konsisten mengalokasikan dana APBD 20 persen untuk pendidikan, selama ini Kabupaten Sumba Timur lebih menekankan pada peningkatan akses pendidikan, berupa sarana prasarana.  Misalnya untuk sarana prasarana tingkat pendidikan dasar, pada tahun 2018 dana yang dialokasikan mencapai Rp28,657 miliar, sedangkan untuk mutu pembelajaran siswanya hanya Rp 2,5 miliar.

“Selisihnya cukup besar dan peningkatan mutu sumber daya manusia seharusnya malah mendapatkan perhatian lebih,” kata Provincial Education Policy Officer INOVASI untuk Sumba, Mus Mualim.

Analisis juga memperlihatkan tren alokasi dana untuk peningkatan mutu pembelajaran ini tiap tahunnya semakin menurun.  Tahun 2016, alokasinya sebesar Rp6,179 miliar dan tahun 2017 menurun Rp3,461 miliar. 

Di sisi lain, penelitian ACDP tahun 2016 menunjukkan bahwa 30 persen  murid kelas II SD di Sumba mengalami kesulitan membaca. Fakta itu mengindikasikan masih rendahnya tingkat literasi di kelas-kelas awal di Sumba.

Penelitian pada tahun tersebut juga menunjukkkan sebanyak 12-21 persen murid kelas II SD tinggal kelas yang mengindikasikan penyerapan pembelajaran yang belum maksimal oleh siswa.

Wakil Bupati Sumba Timur yang juga merupakan ketua Forum Perduli Pendidikan Sumba Umbu Lili Pekuwali sangat mendukung gagasan realokasi ini.

“Kita akan memperjuangkan kesepakatan ini pada APBD ke depan,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top