Menteri Basuki Singgung Pembangunan Perbatasan Negara di Hadapan Mahasiswa

man-headphones
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Ist/pu.go.id)

zonalima.com – PEMERINTAH gencar membangun infrastruktur di berbagai wilayah di Tanah Air, termasuk di wilayah perbatasan negara. Salah satu tujuannya untuk mengurangi ketimpangan antara wilayah Barat dan Timur. Pembangunan infrastruktur yang berkeadilan itu dimaksudkan agar pertumbuhan ekonomi bukan hanya terjadi di wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

“Contohnya, setelah terbangunnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Papua, orang banyak datang ke perbatasan untuk melakukan perdagangan. Lalu di PLBN Entikong di Kalimantan Barat, sekarang kita buatkan pasar di perbatasan. Itu semua dilakukan untuk membangun wilayah perbatasan sebagai pusat ekonomi baru,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di hadapan ratusan mahasiswa peserta event We The Youth bertajuk “Youth X Public Figure Vol. 5: Connecting Indonesia” di Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

Basuki menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang kini menjadi program prioritas nasional bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara lain.

Dalam membangun infrastruktur diperlukan Feasibility Study (Studi Kelayakan) sehingga sebuah proyek infrastruktur layak secara teknis, ekonomis, sosial dan lingkungan, serta dapat diterima secara politis.

“Dalam hal ini kebijakan pemerintah juga memerlukan dukungan anggaran yang ditentukan dengan cermat. Semua harus dikaji, tidak sembarangan,” ujar Basuki seperti dilansir pu.go.id.

Sebelumnya, saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI Tahun 2018 Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Jakarta, Jumat (20/7/2018), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia masih kalah dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam dalam hal kesiapan infrastruktur.

“Kita sekarang masih mengejar hal yang sangat fundamental yaitu yang berkaitan dengan infrastruktur, karena stok infrastruktur kita, baru pada angka 37 persen sehingga daya saing kita kalah dengan negara-negara tetangga,” ujar Jokowi. (*)

Terpopuler

To Top