Perkuat Daya Saing IKM Melalui SMIDeP

man-headphones
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih. (Foto: Ist/kemenperin.go.id)

zonalima.com - KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) senantiasa berupaya memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) di berbagai daerah di Tanah Air. Salah satunya melalui The Project of Small and Medium Industry Development Based on Improved Service Delivery (SMIDeP) bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

“Beberapa bulan lalu, kami telah memulai program SMIDep ini di Makassar, Sulsel terkait pengembangan IKM di wilayah tersebut, khususnya sektor kerajinan emas, perak dan tembaga,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

Gati mengatakan, upaya kolaborasi kedua negara ini sudah berlangsung sejak tahun 2013 dan telah berhasil mengembangkan IKM potensial di berbagai daerah, di antaranya Sumatera Utara (Sumut) dengan produk tenun ulos, Jawa Tengah (Jateng) dengan produk komponen logam, Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan produk agro (cokelat dan rotan), Jawa Timur (Jatim) dengan produk alas kaki, serta Kalimantan Barat (Kalbar) dengan produk olahan lidah buaya.

“Program ini dinilai sangat bermanfaat karena dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas IKM nasional,” kata Gati.

Tahun ini, lanjutnya, telah dipilih tiga daerah yang menjadi sasaran pendekatan SMIDeP, yaitu Jatim, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Papua.

Gati menjelaskan, salah satu sektor IKM yang prospektif adalah produsen komponen otomotif seiring dengan pertumbuhan industri manufakturnya di dalam negeri. Kemenperin mencatat, jumlah ekspor dalam bentuk komponen kendaraan naik hingga 13 kali lipat, dari 6,2 juta pieces pada tahun 2016 menjadi 81 juta pieces tahun 2017.

Peningkatan juga terjadi pada angka produksi kendaraan roda empat, dari 1,177 juta unit tahun 2016 menjadi 1,216 juta unit tahun 2017. Jumlah tersebut diperkuat dengan peningkatan ekspor kendaraan dalam bentuk CBU sebanyak 231 ribu unit tahun 2017 dibanding tahun 2016 sekitar 194 ribu unit.

“Hal ini menjadikan potensi pasar suku cadang, aksesoris, dan perlengkapan mobil dan motor bagi IKM komponen otomotif menjadi semakin menjanjikan,” tuturnya.

Saat ini, kata Gati, IKM logam menjadi salah satu sektor yang paling berkembang di Pasuruan, Jatim. Di Kota Pasuruan, terdapat sentra industri logam yang berada di Kelurahan Mayangan dan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo. Mereka menghasilkan produk komponen roda dua dan empat, mesin diesel, perlengkapan perahu, perlengkapan pabrik untuk skala industri besar dan mesin perkakas.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, sebanyak 390 pelaku IKM tersebar di wilayah tersebut. “Jadi, pada program SMIDep ini akan dibuat platform yang disusun oleh Disperindag Pemerintah Daerah Provinsi dan Kota Pasuruan agar dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi serta mendapatkan solusi yang dapat ditawarkan,” katanya seperti dilansir kemenperin.go.id.

Dalam rangka optimalisasi pengembangan IKM melalui pendekatan program SMIDeP ini, diharapkan agar Pemda dan IKM terkait dapat berkomitmen untuk menjalankan program selama tiga tahun, terhitung sejak tahun 2018. (*)

Terpopuler

To Top