Pemerintah Pusat dan Daerah Semakin Inovatif

man-headphones
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mempresentasikan program inovasi dari daerahnya di depan Tim Panel Independen Kementerian PANRB. (Foto: Ist/menpan.go.id)

zonalima.com – PEMERINTAH pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) kini terus berubah dan bebenah dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. Salah satu buktinya, semakin banyak dan beragam karya inovatif yang dihasilkan. Hal itu tercermin dalam proses seleksi 99 inovasi terbaik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sejak tanggal 9 hingga 23 Juli 2018 lalu.

Para ahli yang tergabung dalam Tim Panel Independen atau tim seleksi menilai, inovasi dari seluruh jajaran pemerintah hingga badan dan lembaga negara semakin baik dan menjawab kebutuhan masyarakat di era globalisasi ini. Mantan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) JB Kristiadi mengatakan, inovasi yang diciptakan saat ini semakin membumi dan menyentuh masyarakat hingga akar rumput.

“Inovasi lebih membumi, lebih realistis, lebih mengena pada pelayanan masyarakat,” kata Kristiadi seperti dilansir menpan.go.id. 

Kristiadi juga mengapresiasi banyaknya inovasi yang berbasis teknologi informasi. Menurutnya, penggunaan teknologi sangat cocok di era yang serba digital ini. Meski, tidak seluruhnya program inovasi yang didaftarkan untuk mengikuti proses seleksi tahun ini berbasis IT.

“Penggunaan IT ini adalah sebuah tuntutan,” katanya.

Sementara itu, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) R. Siti Zuhro mengapresiasi program inovasi yang turut melibatkan masyarakat dan menjunjung nilai-nilai kearifan lokal bangsa Indonesia. Hal tersebut tentunya memiliki nilai plus dalam sebuah terobosan inovasi, karena dengan hal tersebut berarti daerah itu tidak mengabaikan kekayaan nilai-nilai budayanya sendiri.

Dengan demikian terobosan tersebut membangun sebuah sinergi antara Pemda dengan masyarakat di daerah tersebut.

“Dengan melibatkan nilai-nilai budaya dalam sebuah terobosan dapat membawa kebanggan tersendiri apabila tampil di kancah internasional,” kata Siti Zuhro.

Beberapa program inovasi non-IT yang turut melibatkan masyarakat itu contohnya program inovasi Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). Pada inovasi ini, ada sosok yang dipilih dan dilatih oleh Pemprov Jabar untuk menjadi motivator bagi beberapa keluarga. Tujuannya adalah untuk mengatasi permasalahan sosial, perdagangan orang, maupun mengurangi tingkat perceraian.

Contoh lainnya, program inovasi Siswa Pemantau Jentik oleh Anak Cerdik (Simpatik Anak Cerdik) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur (Jatim). Inovasi ini menjadikan para siswa MIN 01 Madiun sebagai juru pemantau jentik nyamuk di masyarakat.

Pada tahun ini, jumlah program inovasi yang diajukan mengikuti seleksi ke Kementerian PANRB sebanyak 2.824 inovasi. Nantinya, sebanyak 99 program inovasi yang masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik akan dibukukan untuk kepentingan publikasi dan memudahkan daerah lain melakukan replikasi. Buku ini juga sebagai bentuk apresiasi bagi para inovator yang masuk Top 99. 

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa mengatakan, pemerintah akan memberikan penghargaan kepada Top 99, yang rencananya akan diserahkan oleh Menteri PANRB Asman Abnur di Surabaya, akhir Agustus mendatang. Sedangkan, penghargaan untuk Top 40 diharapkan bisa diserahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangkaian acara International Public Services (IPS) Forum pada bulan November mendatang. (*)

Terpopuler

To Top