Gempa 6,4 SR Guncang Lombok dan Sekitarnya

man-headphones
Ribuan rumah rusak akibat gempabumi 6,4 SR di wilayah Lombok dan sekitarnya pada Minggu (29/7/2018). (Foto: Ist/BNPB)

zonalima.com - Gempabumi dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Lombok, Bali, dan Sumbawa pada Minggu (29/7/2018) pukul 05:47 WIB. Hingga pukul 14.00 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 124 kali gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami. Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Minggu.

Sutopo mengatakan, data sementara berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tercatat 14 orang meninggal dunia, 162 jiwa luka-luka dan ribuan unit rumah rusak.

“Dampak terparah dari gempa terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Di Kabupaten Lombok Timur terdapat 10 orang meninggal dunia,” kata Sutopo.

Selain itu, lanjut Sutopo, sebanyak 67 orang luka berat dan ratusan jiwa luka sedang dan luka ringan. Kerusakan rumah mencapai lebih dari 1.000 unit rumah, baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Pendataan masih dilakukan.

Sementara di Kabupaten Lombok Utara, terdapat 4 orang  meninggal dunia dan 38 orang luka berat. Sebanyak 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang, dan 148 unit rusak ringan. Masyarakat terdampak gempa tercatat 6.237 Kepala Keluarga (KK).

“Beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. Pendataan masih dilakukan oleh BPBD,” kata Sutopo.

Sutopo menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, kids ware dan makanan siap saji. BPBD dan beberapa instansi lain telah menyalurkan bantuan permakanan, air mineral, tenda pengungsi, makanan lauk pauk, makanan tambahan gizi dan lainnya. Mobilisasi peralatan dan logistik terus dilakukan.

“BNPB terus mendampingi BPBD dan mengirimkan bantuan yang diperlukan. Logistik dan peralatan yang ada di gudang BPBD disalurkan untuk membantu korban,” kata Sutopo.

Evakuasi pendaki yang berada di Gunung Rinjani, kata Sutopo, masih dilakukan oleh petugas. Berdasarkan data dari  Balai Taman nasional Gunung Rinjani (BTNGR), jumlah pendaki ke Gunung Rinjani tercatat 826 jiwa, baik wisatawan asing dan nusantara. Laporan dari BTNGR Resor Senaru  sebanyak 115 orag wisatawan asing sudah turun di Senaru Kabupaten Lombok Utara.

“Proses evakuasi pendaki masih dilakukan oleh petugas BTNGR, Kantor SAR Mataram, Brimob Polri NTB dan relawan,” ujarnya. (*)

Terpopuler

To Top