Kemenperin Dorong Pengembangan Kawasan Industri Baru di Bali Utara

man-headphones
Ilustrasi kawasan industri. (Foto: Ist/kemenperin.go.id)

zonalima.com – KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan kawasan industri baru di wilayah Bali Utara guna memacu pertumbuhan sektor manufaktur serta mengakselerasi pemerataan ekonomi. Kawasan industri Bali Utara juga akan menjadi penunjang sektor pariwisata yang selama ini telah menjadi andalan untuk mendongkrak pendapatan di Pulau Dewata tersebut.

“Kami akan kaji terus untuk pengembangan kawasan industri yang terintegrasi di sana. Sebab, kami fokus untuk menumbuhkan kawasan industri di luar Pulau Jawa sebagai upaya mewujudkan Indonesia sentris,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto saat meninjau pabrik PT Coca-Cola Indonesia di Bali, akhir pekan lalu.

Menurut Airlangga, beberapa sektor manufaktur yang berpeluang dikembangkan di kawasan Bali Utara, di antaranya industri makanan dan minuman, aneka, garmen, perlengkapan perhotelan, hingga produk oleh-oleh.

“Di kawasan industri di sana bisa menampung sektor yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pariwisata,” kata Airlangga.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, Bali Utara mempunyai potensi lahan yang luas dan tanahnya relatif datar serta dapat menyerap tenaga kerja. Misalnya di Kabupaten Singaraja yang memiliki Pelabuhan Celukan Bawang yang dapat difungsikan untuk melakukan ekspor barang.

“Apalagi, rencananya juga mau dibangun bandara baru,” kata Suryawirawan.

Di samping itu, lanjutnya, upah pekerja di Bali Utara masih kompetitif, tidak seperti di kota-kota industri di Jawa sehingga akan semakin memperingan pengusaha dalam pemberian upah.

“Selama ini Bali masih terkenal sebagai kawasan pariwisata. Padahal, provinsi ini juga layak untuk menjadi kawasan industri manufaktur,” tuturnya seperti dilansir kemenperin.go.id.

Upaya ini, sambungnya, juga dapat pula mengurangi ketimpangan ekonomi dengan wilayah Bali Selatan yang telah didominasi usaha sektor pariwisata.

Suryawirawan mengatakan, pemerintah saat ini telah mengeluarkan sejumlah kemudahan dalam perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan layanan perizinan investasi tiga jam di kawasan industri. Selain itu, kemudahan layanan investasi langsung konstruksi dan penerapan Online Single Submission (OSS) yang akan diberlakukan di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK). (*)

Terpopuler

To Top