Masa Tanggap Darurat Gempa Lombok Ditetapkan Hingga 2 Agustus 2018

man-headphones
Rumah rusak akibat gempabumi 6,4 SR yang terjadi di Lombok dan sekitarnya, Minggu (29/7/2018). (Foto: Ist/BNPB)

zonalima.com – GUBERNUR Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi telah menetapkan masa tanggap darurat penanganan bencana gempabumi lombok selama 5 hari, terhitung sejak Minggu (29/7/2018) hingga Jumat (2/8/2018) mendatang. Demikian dikatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/7/2018).

“Gubernur NTB menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana selama 5 hari terhitung sejak tanggal 29 Juli 2018 sampai dengan 2 Agustus 2018,” kata Sutopo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, kata Sutopo, akan melakukan pendampingan kepada BPBD kabupaten/kota. Melakukan kaji cepat jumlah korban dan kerusakan. Memberikan bantuan logistik dan peralatan serta pengerahan mobil komunikasi ke lapangan.

Kondisi terkini dampak gempa Lombok 6,4 Skala Richter (SR) yang terjadi Minggu, jelas Sutopo, sementara tercatat 16 orang meninggal dunia, dengan rincian 4 orang di Kabupaten Lombok Utara, 11 orang di Kabupaten Lombok Timur, dan satu orang pendaki Gunung Rinjani. Sementara, korban luka-luka sebanyak 355 orang, pengungsi sebanyak 5.141 orang, dan rumah rusak sebanyak 1.454 unit.

Sutopo mengatakan, pascagempa Lombok, Minggu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintah segenap jajaran, baik BNPB, Menteri Sosial (Mensos), Menteri PUPR, dan Panglima TNI untuk segera bergerak membantu masyarakat yang terkena musibah. Diharapkan pada Senin pagi, penanganan sudah terorganisasi untuk turun semuanya sehingga dari pusat, provinsi, dan kabupaten bisa bergerak bersama-sama.

Pada hari ini, Presiden juga memerintahkan untuk memastikan penanganan gempa dapat dilakukan secara cepat dan baik, terutama untuk layanan kesehatan, logistik, kebutuhan dasar, dan pendidikan darurat. Selain itu, memberikan bantuan uang tunai maksimal Rp50 juta untuk rumah rusak, verifikasi akan dilakukan oleh BNPB dan disupervisi oleh Kementerian PUPR dan TNI/Polri.

Kepala BNPB sendiri, lanjut Sutopo, saat ini sudah berada di lokasi untuk melakukan pendampingan kepada BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota. BNPB akan memberikan bantuan dana siap pakai Rp750 juta untuk Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Utara masing-masing Rp250 juta. Sementara, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB melakukan pendampingan di Posko Tanggap Darurat.

“BNPB telah mengirimkan bantuan logistic dan peralatan seberat 15 ton, terdiri dari 50 unit tenda pengungsi, 100 unit tenda keluarga, 100 unit genset, 5.000 lembar matras, 1.500 pieces family kit, 1.500 pieces kidsware, 25.000 pieces makanan siap saji,” kata Sutopo.

Sejumlah kementerian/lembaga, tambah Sutopo, juga turut terlibat dalam tanggap darurat penanganan korban gempa Lombok. Diantaranya, Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Basarnas, BMKG, dan TNI. (*)

Terpopuler

To Top