Tutup Peringatan Bulan Bung Karno, Kemendagri Gelar Wayangan

man-headphones
Pagelaran wayang di halaman gedung Kemendagri Jakarta, Sabtu (25/6/2016) malam. (Foto: AMI/zonalima.com)

zonalima.com – Menutup peringatan Bulan Bung Karno Juni 2016, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar wayangan di halaman gedung Kemendagri Jakarta, Sabtu (25/6/2016) malam. Pagelaran wayang kulit ini menampilkan dalang Ki Mantep Sudarsono yang mengisahkan cerita tentang tokoh Gandamana Luweng.

Acara wayangan di Kemendagri ini dihadiri sekitar 2 ribu orang, termasuk dari unsur pemerintahan dan wakil rakyat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, implementasi Ketuhanan yang berkebudayaan menurut pidato Pancasila 1 Juni Bung Karno adalah Ketuhanan yang berakulturasi dengan kebudayaan-kebudayaan lokal Indonesia atau nusantara.     

“Itulah wujud kebudayaan yang berkepribadian Indonesia,” kata Tjahjo.

Terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri Soedarmo mengatakan, salah satu produk budaya Indonesia adalah wayang kulit. Tantangan saat ini adalah bagaimana melestarikan wayang kulit agar tetap dikenal masyarakat.

“Makanya Kemendagri gelar pagelaran wayang,” tuturnya sembari menambahkan pagelaran wayang kulit di Kemendagri tersebut mendapatkan dukungan kerja sama dari Persatuan Pedalangan Indonesia.

Pementasan wayang tentang tokoh Gandamana Luweng sendiri bercerita tentang elite di masa itu yang berkonspirasi merebut kursi kekuasaan. Cerita ini setidaknya hendak menyampaikan pesan yang pernah disampaikan Bung Karno, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, sedang perjuanganmu akan alebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” (*)

Terpopuler

To Top